Penyebab wanita sering menjadi korban kekerasan

Ilustrasi : Kekerasan


Tak sedikit wanita yang mengalami kekerasan fisik, mental, ataupun seksual dari pasangannya. Tidak hanya yang sudah menikah, masih ada kasus kekerasan ketika pacaran, namun jarang terungkap ke publik. Sebenarnya, faktor apa yang membuat wanita rentan terhadap kekerasan?

"itu sebenarnya karena pola pendidikan kita tentang relasi perempuan dan laki-laki tidak setara, masih ada persimpangan. Budaya patriarki masih menguat" urai Sri Nurherwati, selaku Ketua Sub Komisi Pemulihan Komnas Perempuan.

Budaya  patriarki merupakan istilah dimana pria lebih berkuasa daripada wanita. Selain budaya yang terjadi dalam masyarakat, kekerasan terjadi karena masih banyak wanita yang percaya kalau semua pria memiliki sifat perlindungan dan kasih sayang. Dan bila terjadi kekerasan dalam hubungan pacran, wanita sering berharap kalau setelah menikah pasangannya akan berubah.

Padahal semakin seorang wanita pasrah mendapatka perlakuan tidak menyenangkan dari kekasihnya, semakin berkuasalah pasangannya itu. Maka jika saat pacaran sudah menjadi korban kekerasan dan tetap bertahan karena berbagai alasan, lama kelamaan perempuan menjadi tak berdaya.

Menurut Nurherwati, kekerasan tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh faktor pendidikan atau ekonomi yang kurang tapi tidak adanya pengetahuan mengenai hubungan antara pria dan wanita serta minimnya pengenalan terhadap ciri kekerasan. Ini yang seharusnya dipelajari oleh anak perempuan sejak kecil.

Dalam ilmu psikologi kekerasan saat pacaran disebut juga dengan black dating yang memang cukup banyaj terjadi pada remaja. Namun kasus kekerasan dalam hubungan pacaran justru jarang terungkap. Penyebabnya karena si korban merasa malu telah mendapatkan perlakuan kasar dari kekasihnya.

Oleh karena itu, penting bagi para wanita untuk berani mengatakan STOP dan TIDAK ketika pertama kali disakiti kekasihnya. Bukan hanya ucapan, tapi juga tindakan dengan cara meninggalkannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanggapan

Gong Perdamaian Jepara